Penutupan Porseni FDIK UIN Mataram

0
IMG-20251130-WA0018

RADIO SINFONI, Mataram- Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIK) Universitas Islam negeri(UIN) Mataram, menggelar acara penutupan Pekan Riset Olahraga dan Seni (PORSENI) yang bertempat di Auditorium kampus II UIN Mataram, Jumat (29/11/2025).

Acara penutupan ini di hadiri langsung oleh dekan FDIK, para dosen, civitas academica, serta para mahasiswa dari FDIK. Acara di buka dengan pembacaan doa, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan sambutan-sambutan dari ketua panitia, serta dekan FDIK.

Dekan FDIK UIN Mataram, Dr. H. Lalu Ahmad Zaenuri, MA, dalam sambutannya mengucapkan selamat yang sebesar-besarnya kepada para seluruh pemenang yang mendapatkan juara terbaik 1, 2, dan 3. Tidak hanya itu Ia juga mengucakapkan terimakasih kepada seluruh peserta yang telah memeriahkan lomba PORSENI ini, dan tidak lupa ia menyampaikan harapan yang sangat besar

“Dengan di adakannya Porseni ini, semoga bisa menjadi ajang asah bakat bagi seluruh mahasiswa FDIK, dan kami berharap setelah PORSENI ini selesai, mahasiswa yang mendapatkan juara agar mengembangkan bakatnya ke tingkat universitas, nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Penenun Selesaikan Pembuatan Kain Tenun Tradisional Lombok

Adapun salah satu peserta yang mendapatkan kategori terbaik satu dalam lomba Tahfiz 10 juz, adriyan maulana menyampaikan dalam bahwa, Ia sangat tidak menyangka akan mendapatkan juara satu dalam lomba ini, dan Ia juga menyampaikan perasaanya setelah mendapatkan kategori terbaik satu

“tentunya saya sangat senang sekali bisa mendapatkan penghargaan yang luar biasa ini, apalagi dengan persiapan yang bisa di bilang 80 persen, tapi Alhamdulillah dengan modal percaya diri dan bismillah saya bisa mendapatkannya,” ungkapnya.

Terkahir salah satu pemenang terbaik tiga dalam kategori pidato tausiyah, M. Ikram Hamid, menyampaikan pesan kepada teman-teman yang akan mengikuti lomba PORSENI di tahun selanjutnya untuk jangan pernah takut memulai hal baru dan keluar dari zona nyaman.

Baca Juga :  Kolaborasi FDIK UIN Mataram dan Universitas Sultan Zainal Abidin

“jangan pernah takut untuk keluar dari zona nyaman, jangan pernah takut untuk memulai hal-hal baru, karena hal-hal kecil itu bisa menjadi sesuatu yang besar di kemudian hari, lebih baik menyesal karena tidak menang dari pada menyesal karena tidak ikut,” tutupnya.

penulis: yuna

Bagikan Yuuk..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *