Rukyatul Hilal jadi Agenda Edukasi Mahasiswa Prodi Ilmu Falak UIN Mataram

0
IMG-20260218-WA0003

Radio Sinfoni-Mataram, Program studi Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram setiap tahun adakan kegiatan rukyatul hilal. Kegiatan tahunan ini sering berlangsung di Pantai Loang Baloq, Mataram, pada H-1 atau H-2 sebelum kehadiran bulan suci Ramadhan. Selasa, 17/02/2026.

Rangkaian kegiatan ini banyak dihadiri oleh mahasiswa Prodi Ilmu Falak baik yang masih semester awal maupun yang sudah semester akhir. Masing-masing dari mahasiswa yang hadir telah diberikan tugas dan arahan oleh dosennya, guna mendapatkan praktek dan pengalaman langsung terhadap jurusan yang mereka tekuni.

Selain itu agenda Rukyatul Hilal Prodi ini terbuka untuk umum. Sehingga pengunjung pantai Loang Baloq bisa komplit menikmati waktu petangnya dengan menyaksikan pemantauan hilal.

Salah satu dosen Prodi Ilmu Falak, Roza, menuturkan bahwa tujuan agenda ini tidak terlepas untuk menambah pengetahuan mahasiswa, dan untuk mengenali bagaimana cara kerja teleskop (alat untuk pemantauan hilal).

Baca Juga :  Transformasi Digital Desa Rembitan: Penguatan UMKM Halal dan Pemanfaatan QRIS

“Kami mengajak mahasiswa dan kegiatan ini terbuka untuk umum, yaitu untuk menambah edukasi, untuk membuktikan bahwa hilal tidak ditemukan dari hasil hitungan kita,” imbuhnya.

Meskipun rangkaian agenda ini Positif tidak akan melihat hilal, pengetahuan serta kebersamaan membuat waktu petang menjadi berkesan bagi mahasiwa Prodi Ilmu Falak. Ketinggian hilal saat ini 1° dibawah ufuk, maka tidak mungkin untuk bisa melihat hilal.

Sebagaimana dilansir dari situs resmi Kementerian Agama RI (dki.kemenag.go.id), hasil Konferensi Pers yang dipimpin oleh Menteri Agama Nasarudin Umar menyatakan bahwa 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan Sidang Isbat.

Baca Juga :  Wisuda ke-47 UIN Mataram 2023

“Sidang Isbat menyepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” tutur Menag.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga memperkuat komitmen Prodi Ilmu Falak dalam menjaga tradisi ilmiah dan keagamaan di tengah masyarakat.

Penulis: Khairatun Nisa

Bagikan Yuuk..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *