Ziarah Makam Raja Selaparang Tetap di Buka Pasca Lebaran
Wisata Religi Makam Raja Selaparang di Desa Selaparang, Lombok Timur kembali dibuka dua hari pasca Lebaran Idul Fitri, pengunjung terus berdatangan dan meramaikan kegiatan ziarah makam pada, Rabu (02/04/2025).
Pengelola Wisata Desa Selaparang membuka kembali kegiatan ziarah di area Makam Raja Selaparang dua hari pasca Idul Fitri, di mana kegiatan ziarah ini rutin dilakukan dua atau tiga hari setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri berlangsung. Peziarah yang datang biasanya berasal dari luar desa yang selalu rutin datang setiap tahunnya.
Pengelola Wisata Desa Selaparang, Baiq Artiwi saat diwawancarai mengatakan bahwa setiap tahunnya beberapa hari pasca lebaran, wisata Makam Raja Selaparang ini memang selalu di buka bagi pengunjung untuk berziarah.
“Kami tim pengelola wisata Makam Raja Selaparang ini memang setiap tahunnya selalu membuka kembali kegiatan ziarah makam pasca lebaran Hari Raya Idul Fitri, salah satu faktor nya adalah karena minat dari pengunjung yang berasal dari luar desa, bahkan kadang-kadang pengunjung yang datang ada juga yang berasal dari luar kabupaten.” Jelasnya.
Tercatat pengunjung yang datang pada hari pertama dibuka nya wisata ini mencapai 100 pengunjung, dengan waktu beroperasi dari pukul 09.00-12.00 WITA, para peziarah ini ada yang datang dengan menggunakan kendaraan pribadi dan ada yang menggunakan kendaraan umum seperti Bus dan Truck angkutan sehingga membuat jalanan utama macet.
Salah satu pengunjung, Wiwik Pujiati ketika diwawancarai mengatakan bahwa kunjungan ziarah ini rutin dilakukan setiap tahunnya, ia juga memberikan sedikit kritik dan saran kepada pihak pengelola wisata.
“Saya sama keluarga emang setiap tahun selalu dateng untuk berziarah ke sini, kegiatannya pun selalu berulang kaya baca surat Yasin, dzikir dan berdo’a disekitar pemakaman. Tapi minusnya setiap berkunjung ke sini apalagi setelah lebaran adalah ramai nya kendaraan besar yang dipakai pengunjung, jadi kadang-kadang suka macet di depan, saran saya untuk pengelola di sini mungkin bisa memperluas area parkirannya.” Pungkasnya.
Dengan adanya pengelolaan yang baik terhadap Wisata Religi yang menjadi ciri khas di Desa Selaparang ini, diharapkan dapat membuat citra dan kesan yang baik bagi masyarakat di desa setempat.
Penulis: Yazid Bustomi